Selamat Datang Sahabat Cemerlang

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Kumpulan Doa. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Doa. Show all posts

Friday, 29 December 2017

Kumpulan Sholawat Paling Hitz & Bikin Baper Sepanjang Masa


Mendengarkan shalawat adalah sebuah hal yang mulia dan bernilai ibadah dan bisa mengangkat derajat bagi siapa saja melakukannya. Nah, Akhir -akhir ini banyak sekali yang mencari mengenai shalawat bikin baper. Berikut adalah kumpulan shalawat - shalawat bikin baper sepanjang 2017, 2018 bahkan sepanjang masa yang dijamin bisa buat para pendengarnya baper bikin haru dan bahkan sampai nangis.  Berikut selengkapnya:

1. Ya Habibal Qolbi

2. Nurul Huda Wafana

3. Qomarun

4. Ahmad Ya Habibi

5. Zaujati

 6. Indal Fajri

7. Ya Ashiqol Musthofa

8. Hasbi Robbi

9. Ya Hanana

10. Sholawat Mahalul Qiyam

Friday, 10 February 2017

Doa untuk Mencegah Gagal Panen

Mereka yang mengambil profesi sebagai petani tentu akan berharap kerja cocok tanamnya memberikan syukur-syukur hasil yang terbaik. Tidak gagal saja sudah sangat syukur. Pasalnya kegagalan panen berdampak luas selain kerugian pada permodalan.

Selain memberikan pupuk yang cocok dan menjaganya dari gangguan hama, petani juga perlu melakukan upaya lain untuk mengamankan ladang atau lahan pertaniannya seperti berdoa, bersedekah, atau mengadakan selamatan.

Berikut ini adalah doa Rasulullah SAW saat salah seorang warga menunjukkan buah kurma yang pertama matang dari ladangnya.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ ثَمَرِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ مَدِيْنَتِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ صَاعِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ مُدِّنَا

Allâhumma bârik lanâ fî tsamarinâ, wa bârik lanâ fi madînatinâ, wa bârik lanâ fî shâ‘ina, wa bârik lanâ fî muddinâ.

Artinya, “Tuhanku, berkatilah kami pada buah-buahan kami. Berkatilah kami pada kota kami. berkatilah kami pada gantang kami. berkatilah kami pada alat takar (mud) kami.”

Pada riwayat lain, Rasulullah SAW memohon keberkahan dari hasil panen. Rasulullah membaca doa seperti ini.

بَرَكَةً مَعَ بَرَكَةٍ

Barakatan ma‘a barakatin

Artinya, “Semoga Allah menambah keberkahan berlipat ganda.”

Secara jelas Rasulullah SAW berdoa agar Allah SWT memelihara ladang yang sudah mulai berbuah hingga akhir masa panen dari segala gangguan yang menyebabkan gagal panen. Inilah doanya.

اَللَّهُمَّ كَمَا أَرَيْتَنَا أَوَّلَهُ فَأَرِنَا آخِرَهُ

Allâhumma kamâ araitanâ awwalahû, fa arinâ âkhirahû

Artinya, “Tuhanku, perlihatkanlah kepada kami hasil akhir cocok tanam kami sebagaimana Engkau memperlihatkan hasil awalnya.”

Rasulullah SAW membaca doa ini agar salah seorang warga pemilik ladang yang mendatanginya tidak mengalami gagal panen. Kemudian Rasulullah memanggil salah seorang anak kecil yang ada di dekatnya. Beliau kemudian memberikan buah hasil panen pertama yang dibawa petani itu kepada anak tersebut.

Semua doa Rasulullah SAW ini disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)


Sumber selengkapnya klik disini

Doa yang Penting Dibaca Para Relawan Bencana

Semua orang tentu tak menginginkan musibah datang. Tapi siapa yang bisa mengelak ketika ia benar-benar sudah datang, entah berupa bencana alam, penyakit, kecelakaan, atau lainnya? Islam mengajarkan, bagi yang terkena musibah untuk sabar, ikhtiar maksimal, hingga introspeksi diri. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menyaksikan musibah itu datang? Apa yang harus dilakukan?

Rasulullah bersabda, siapa pun yang melihat orang yang terkena bala, hendaknya mengucapkan:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي عَافَانِي مِمَّا ابْتِلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ البَلَاءُ

Alhamdulillâhilladzi ‘âfânii mimmâ ibtalâka bihi wa faddhalanî ‘alâ katsîrin mimman khalaqa tafdhîlân lam yushibhu dzâlikal balâ’
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari apa yang menimpamu dan memberikan keutamaan kepadaku atas kebanyakan makhluk, (jika karunia itu juga diterima) niscaya bala tidak menimpa." (HR At-Tirmidzi)

Imam Nawawi dalam al-Adkâr mengatakan, para ulama menyarankan, doa ini dibaca secara pelan-pelan (sirr) agar tak menyinggung perasaan orang yang terkena musibah. Kecuali bila yang terkena musibah adalah ahli maksiat, maka boleh agak keras dengan syarat tak menimbulkan mudarat. Jika dinilai malah merugikan, maka membacanya secara pelan-pelan adalah pilihan terbaik sebagai tata krama.

Doa juga bisa dan penting dibaca oleh para relawan korban bencana alam, tenaga medis penyakit-penyakit parah, penolong korban kecelakaan, atau sejenisnya. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Sumber selengkapnya klik disini

Doa ketika Angin Besar

Angin merupakan makhluk Allah Swt yang disebabkan oleh udara yang dingin secara signifikan akibat hujan. Setelah mencapai permukaan tanah, menyebar ke segala arah memproduksi angin kencang.

Angin terbagi menjadi dua, angin kencang kering yang mana angin ini dikaitkan dengan badai dengan hujan sangat sedikit. Sedangkan angin kencang basah diciptakan oleh badai dengan jumlah curah hujan yang tinggi.

Kita sebagai warga negara Indonesia yang beragama Islam tentu bersyukur memiliki dua angin tersebut, tetapi kadang angin yang kencang membawa bencana. Untuk itu Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar selalu berdoa ketika menghadapi angin kencang. Riwayat ini disebutkan dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawi halaman 152 sebagai berikut:

عن أبي هريرة رضى الله عنه قال سمعت رسوالله صلى الله عليه وسلم يقول الريح من روح الله تعالى تأتي الرحمة وتأتي العذاب،  فإذا رأيتموها فلا تسبوها وسلواالله خير ها واستعينوا با لله من شرها

Artinya, “Abu Hurairah RA berkata, ia mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Angin adalah nikmat dari Allah SWT yang kadang mendatangkan rahmat  dan kadang mendatangkan ujian. Karena itu apabila kalian menyaksikan, maka jangan dicaci maki, tapi perbanyaklah meminta kepada Allah kebaikan dengan adanya angin dan memohon perlindungan kepada-Nya dari angin yang tidak baik."Pada riwayat lain dijelaskan bahwasannya Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi angin yang sangat kencang, berdoa sebagai berikut.

أللهم  لقحا ولا عقما

Allâhumma laqhan walâ 'aqaman

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ini sebagai angin ini membawa air (turun hujan) dan tidak membawa malapetaka" . Wallahu a‘lam. (Ahmad Rosyidi)


Sumber selengkapnya klik disini

Amalan Saat Bangun Tidur


فقد ورد عن عاءشة قالت: كان اذا قام اى استيقظ من منامه, كبر عشرا, و حمد الله عشرا, و سبح عشرا, و هلل عشرا, و استغفر عشرا, وقال: اللهم اغفرلى وارحمني واهدني وارزقني وعافني, و كان يتعوذ من ضيق المقام يوم القيامة, وفي رواية كان صلى الله عليه و سلم اذا استيقظ من منامه قرأ العشر الليات من اخر ال عمران.

Telah datang dari Aisyah berkata: Nabi Muhammad ketika bangun dari tidurnya, membaca takbir (الله اكبر) sepuluh kali dan memuji kepada Allah ( dengan membaca, الحمد لله) sepuluh kali, dan membaca tasbih (سبحان الله) sepuluh kali, dan membaca tahlil (لا اله الا الله) sepuluh kali, dan membaca istighfar (استغفر الله العظيم) sepuluh kali. dan dia berdoa: اللهم اغفرلى وارحمني واهدني وارزقني وعافني dan dia (juga berdoa) meminta perlindungan dari sempitnya tempat di hari kiamat.

Dan di dalam riwayat (yang lain) Nabi Muhammad salallahu'alaihi wasalam, ketika bangun dari tidur membaca sepuluh ayat terakhir Surah Ali imran.

Sumber: Hasyiah Al-Shawy 'Ala Tafsir Jalalain karya Imam Ahmad Ibn Muhammad Al-Showi Al-Maliki.

Muh. Ulinuha Karim, santri Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. 


Sumber selengkapnya klik disini