Selamat Datang Sahabat Cemerlang

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rumah Belajar Cemerlang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, 22 August 2017

Lulusan Sarjana Kok Jadi Ibu Rumah Tangga?


Hingga kini masih banyak yang bilang menunda-nunda nikah dengan alasan, nikah jadi penghambat mimpi para wanita. Sehingga, tak jarang muncul komentar, "Siapa suruh nikah dulu, jadi nggak bisa kerja, nggak bisa ngelanjutin kuliah, cuma jadi ibu rumah tangga padahal sudah sarjana.
Ketika banyak yang bertanya, "apa gak sayang kuliah setinggi itu tapi pada akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga?" seorang muslimah sejati tak akan enggan untuk menjawab,"  I'm a full time mom and wife at home and I love it." - Ahmad Rifa'i Rif'an-
Apakah salah perempuan dengan pendidikan yang tinggi pada akhirnya memilih fulltime jadi ibu rumah tangga?. Menurut saya tidak. Yang membuatnya merasa tabu adalah konsep pendidikan formal yang selama ini belum diresapi dengan bijak. Pendidikan tinggi identik dengan karir yang elite. Padahal kuliah adalah satu cara menuntut ilmu guna menunjang tugas-tugas besar di masa depan. Bukan sekedar demi profesi, tapi menjadi ibu yang menginspirasi.


Menjadi ibu adalah tugas yang tak bisa diremehkan. Itulah kenapa Islam sangat memuliakan posisi ibu sedemikian tinggi. Tidak hanya mencetak prestasi, Tapi juga mencetak hebatnya generasi.
Buat para wanita bergelar sarjana yang pada akhirnya memilih fokus untuk menjadi ibu rumah tangga, atau para wanita bergelar sarjana yang sedang bingung mau tetap berkarir atau tidak jangan bimbang, pilihan melepas karirmu lalu fokus pada rumah taanggamu bukanlah ssebuah pilihan yang buruk.
Yang hebat itu adalah wanita bergelar sarjana tapi malah milih jadi ibu rumah tangga. Bukan wanita yang selalu bisa berkarir meski dirinya merupakan seorang ibu rumah tangga.

Banggalah Kamu Yang Bisa Menjadi Ibu Rumah Tangga, Sebab Tidak Semua Wanita Yang Bisa Berkarir Bisa Memutuskan Untuk Melepaskan Karirnya

Banggalah kamu yang bisa memutuskan untuk meenjadi ibu rumah tangga, banggalah kamu yang bisa melepas karirmu saat kamu menempati puncak kesuksesanmu hanya demi memilih merawat dan mengurus suami dan anak-ananya. Sebagian wanita karir diluar sana hanya bisa pasrah karena tak bisa menjadi ibu rumah tangga karena mereka masih belum bisa melepas karirnya.
Jangan Takut Sama Pertanyaan “Ngapain Kuliah Susah Susah Kalau Akhirnya Cuma Tinggal Di Rumah?”

Jangan malu sama cibiran orang ngapain dulu kuliah tinggi-tinggi dan mahal-mahal, kalau ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga juga. Kamu perlu tau bahwa menjadi ibu rumah tangga itu juga perlu memiliki pendidikan tingga, karena akan mengajari anak-anakmu.

Ingat ibu yang cerdas juga akan melahirkan anak-anak yang cerdas. Emang kamu mau anakmu menjadi orang bodoh enggakkan. Makanya sekolah setinggi-tingginya, ilmumu tetep gak sia-sia meski kamu hanya bisa menjadi ibu rumah tangga.
Gelar Sarjanamu Tidak Sia-Sia Meski Kamu Memutuskan Sepenuhnya Menjadi Ibu Rumah Tangga
Gelar sarjanamu tidak akan langsung menjadi sia-sia hanya karena kamu memutuskan untuk sepenuhnya jadi ibu rumah tangga. Menjadi ibu atau istri memang tidak butuh ijazah kayak ngelamar kerjaan, tapi menjadi ibu yang baik kamu butuh punya pengetahuan yang luas. Karenanya jelas bukan gelarm itu tidak sia-sia.

Sarjana Yang Memilih Profesi Ibu Rumah Tangga Itu Memang Luar Biasa, Saat Dia Memiliki Kesempatan Untuk Berkarir Dia Malah Memilih Untuk Berbakti

Wanita bergelar sarjana yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga itu sangat luar biasa dan hebat bahkan bisa dikatakan lebih hebat dari wanita yang sedang duduk di posisi direktur. Hebat rasanya bukan? lulusan sebuah universitas ternama, sudah bekerja disebuah perusahaan yang besar serta memiliki gaji puluhan atau ratusan juta pertahun tapi malah milih menjadi ibu rumah tangga. Dia lebih memilih untuk berbakti ketimabang berkarir, dia sedang ingin menikmati indahnya surga dunia namun tetap menginginkan syurga setelah kematian.

Rasanya Memang Eman Bukan? Bila Mengingat Perjuanganmu Untuk Bisa Dapat IPK Tinggi Tapi Ujung-Ujungnya Ngurus Anak

Rasanya emang eman bila mengingat masa-masa kulaih bagaimana usaha kita untuk bisa mendapatkan IPK yang tinggi, dibuat rempong ngurus skripsi sama dosen yang kadang malah bikin ribet tapi pas lulus malah jadi ibu rumah tangga.

Kalau dipikir-pikir emang eman tapi bukankah kebersamaan bersama anak-anak, mendidiknya, menemani pertumbuhannya itu lebih eman. Bikin anak, melahirkan, serta membesarkannya menjadi anak yang tumbuh cerdas dan normal itu susah lo. Lebih susa dan ribet dari cuma bikin skripsi, prestasi yang kita dapatkan dibangku pendidikan.

Waktu Yang Dihabiskan Bersama Keluarga Tak Pernah Ada Yang Sia-Sia, Semua Bergantung Prioritasmu

Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia jika waktmu itu dihabiskan untuk bersama keluarga, merawat suami. Dan ketika kamu memutuskan untuk fokus pada keluargamu saat itu kamu memutuskan untuk menjadi wanita yang sesungguhnya.

Menjadi wanita yang menjadi istri bagi suaminya dan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Kalau kamu memprioritaskan keluargamu pasti kamu tidak akan pernah merasa waktumu terbuang sia-sia.


Ada cerita, seorang lelaki dengan tulus menggendong ibunya yang lumpuh. Ia memandikan, menyuapi makan, menyucikan dari hadas. Ia ikhlas melakukan itu semua demi bakti seorang anak kepada ibunya. Entah apa yang membuat pemuda itu bertanya kepada Umar bin Khattab dengan pertanyaan seperti ini, "Apakah pengabdianku sudah cukup untuk membalas budi ibuku?"

Jawaban dari Umar sangat mengejutkan, "Tidak, tidak cukup! Karena kau melakukan semua itu sembari menunggu kematiannya. Sementara ibumu, merawatmu sembari mengharap kehidupanmu.
Ayah dan Bunda. Dua manusia keramat yang sangat dimuliakan oleh Allah. Bahkan tak jarang bakti kepada kedua orang tua ditempatkan usai perintah ibadah kepada Allah.

Ibu merupakan manusia keramat yang sangat dimuliakan-Nya. Budi dan kasihnnya tak akan pernah terbalas. Doa seorang ibu adalah kalimat sakti bagi anak-anaknya. Ya benar, doa orangtua tak boleh terabai. Tatkala kau mencium tangan ibu lantas kau ucapkan permintaan," Bu, doakan aku agar segera meraih hajatku." Lalu ibumu mengelus kepalamu sambil mengucapkan doa," Iya, nak. Ibu doa kan semoga hajat baikmu segera terwujud." Yakinlah malaikat-malaikat akan berbondong mempersiapkan diri, semesta pun mempersiapkan diri. Mereka siap menerima perintah Tuhan untuk mendekatkanmu pada suksesmu.

Masihkah kau meremehkan tugas agung itu? Tak inginkah kau menduduki posisi istimewa itu? Menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan yang harus dihormati. Ia tak kalah mulia dibanding para pekerja. Tak kalah hebat dibanding wanita karir.

 Sumber : duapah.com dan inspirasi pagi fanpage

Thursday, 17 August 2017

Jadikan Lelah Menjadi Lillah, InsyaAllah Berkah


Semua orang pasti pernah merasakan yang namanya Lelah, bahkan sampai Lelaaah Sekali. Hingga sampai membuatmu menangis mau curhat sama siapa, mau bersandar sama siapa karena memang keadaannya tidak menemukan tempat bersandar dan tak ada waktu luang untuk istirahat. Namun, Kondisi seperti inilah yang memaksa kamu buat maju dan terus maju menjadi pribadi yang lebih baik.

Mungkin sabar dan terus berdoa kepada Allah yang bisa kamu lakukan disaat rasa itu semoga Lelah Itupun Menjadi Lillah InsyaAllah Berkah

Ubah Kata Lelah Itu Menjadi Lillah Agar menjadi lebih berkah karena Allah SWT menyukai hamba Nya yang pekerja keras namun tetap taat Kepada Nya


Saat kita melakukan banyak hal, mungkin tubuh kita tak selalu kuat untuk melakukannya. Kelelahan yang hadir semoga dinilai kebaikan, jika kita melakukkannya karena Allah Ta’ala.
Karena selelah apapun kondisi kita dalam melakukan kebaikan, ketika lelah itu karena Lillahi Ta’ala, maka Allah lah yang akan menilai dan membalasnya dengan kebaikan.
Semoga niat dari hati kita selalu Allah jaga dan diluruskan hanya untuk menuju-Nya. Tiada harapan selain berharap hanya Pada-Nya.

Wednesday, 7 June 2017

Antara Gus Dur, Amien Rais dan Rizieq

Masih ingat dengan kasus pelengseran K.H Abdurrahman Wahid atau yang akrab di sapa Gus Dur tahun 2001???

Bisa dikatakan kini Satu Per Satu Pendzalim atau penentang Gusdur Merasakan Adzabnya. Sejarah sudah membuktikannya, memang benar apa kata Gus Dur.
“Biar saya saja yang menelan ini sendiri, jangan ada darah menetes hanya untuk jabatan”. Itulah ucapan Gus Dur ketika ia dilengserkan.
Meskipun ratusan ribu siap berani mati bela Gus Dur, tapi Gus Dur justru meminta pendukungnya bersabar jangan membuat onar dan jangan ada kekerasan.

Habib Riziq jika yakin akan kebesaran Allah yang Maha Adil, saya kira sanggup untuk menerima semua proses hukum tanpa membuat gaduh, kekerasan dan berdarah. Jikalau kasus yang menerpa itu fitnah dan rekayasa, yakinlah mereka yang melempar tuduhan kotor itu akan mendapat balasannya.

Kita masih ingat kasus yang dialamatkan kepada Gus Dur yakni kasus Buloggate-Bruneigate, padahal sudah jelas kasus ini direkayasa secara politik oleh Akbar Tanjung, Bahtiar Khamsa, Surya Darma Ali dan koboi senayan. Sedangkan rekayasa hukum diprakarsai oleh mantan kapolri Rusydi Harjo.

Selanjutnya, penggiring opini publik seolah Gus Dur bersalah dimotori oleh Andi Malarangeng, sehingga ujungnya bisa kita tebak, Gus Dur dijatuhkan dari Kursi RI 1. Apa reaksi Gus Dur? Kyai Nyentrik ini hanya bilang: “nanti sejarah yang akan membuktikan!” jangan membuat kekerasan!”

Selang beberapa waktu, para penjegal Gus Dur itu pun terkena imbasnya. Satu-persatu mereka terkena kasus yang menjadikan pesakitan.

1. Akbar Tanjung terseret kasus sampai masuk penjara

2. Menyusul Bahtiar Chamsah dipenjara karena tuduhan korupsi 32 M ketika menjabat sebagai Mensos. Uniknya jumlah 32 M sama persis sebagaimana dituduhkan Bahtiar Chamsah kepada Gus Dur.

3. Selanjutnya Rusdy Harjo menyusul masuk penjara terlibat kasus paspor ketika menjadi Dubes di malaysia.

4. Lalu disusul Andi Malarangeng dengan kasus Hambalang

5. Tak lama diikuti Surya darma Ali masuk pesakitan pula.

Kesemua ini adalah peringatan akan tindak laku mereka sendiri kepada Gus Dur, tentu yang lain cepat atau lambat akan menyusul.

Bahkan Tokoh Nasional seperti Amien Rais yang ikut menjatuhkan Gus Dur, akhirnya jatuh martabatnya juga. Gelar sebagai Tokoh Pejuang Reformasi mendadak hilang. Bahkan baru-baru ini terseret kasus korupsi dan harus berhadapan dengan KPK.

Benar atau tidak ini meruapakan adzab atas tindakan mereka kepada Gus Dur Allahu 'Alam.

Mari mengingat kembali, ketika dulu UU anti pornografi dan porno aksi digulirkan, Gus Dur adalah tokoh yg menyatakan ketidak setujuannya atas produk undang-undang itu, akibatnya Gus Dur jadi sasaran cemooh Habib Rizieq dan FPI, karena dalam hemat Gus Dur bagi pelakunya lebih baik diberi sanksi sosial sedang sangsi hukum lebih tepat untuk penyebarnya. Andai saja dulu Habib Rizieq paham akan pandangan Gus Dur yang jauh kedepan ini mungkin tak perlulah beliau jadi tersangka dan menyandang status buron.

Ini saya ungkapkan sebagai renungan untuk Habib Rizieq agar bersedia menerima proses hukum ini secara proporsional, yakinlah jika mereka membuat fitnah dan rekayasa pasti Allah akan membalasnya dengan kehinaan jauh lebih hina dibanding yang dialami Habib Rizieq sekarang ini, sabarlah anggap ini ujian melatih kesabaran, sekali lagi yakinlah firman Allah yang berbunyi “innallaha ma’asshobirin”, sesungguhnya Allah beserta mereka yang sabar.

Walhasil, mengutip dawuh Gus Dur: “Jangan ada kekerasan! karena tidak ada jabatan di dunia ini yang harus dipertahankan mati matian,” Gampang bukan?! Gitu aja kok repot.

Khususon Ila ruhi Gus Dur.. Al Faatihah


Sumber : https://islami.co/
Editor : rumahbelajarcemerlang.blogspot.com
Selengkapnya disini

Monday, 29 May 2017

Ramadan dan Manusia Nahwu


Oleh M Saekan Muchith
 LENTERA STAIN KUDUS
”HAI orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah : 183). Ayat ini menjelaskan bahwa salah satu tujuan diwajibkan melaksanakan ibadah puasa Ramadan bagi orang beriman adalah supaya menjadi orang bertakwa.

Secara bahasa, takwa adalah orang yang berusaha konsisten menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik dilakukan secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi.

Takwa berkaitan dengan proses untuk meningkatkan sikap dan perilaku selalu lebih baik dari sebelumnya. Dengan kata lain orang yang bertakwa adalah yang selalu berkualitas, baik sikap kepribadian maupun perilaku kehidupan sehari-harinya.

Agar manusia tetap berkualitas maka harus bisa mengambil inspirasi dari ilmu nahwu sharaf. Ada empat kata dalam ilmu nahwu sharaf yang bisa menjadi inspirasi agar manusia tetap berkualitas, yang merupakan produk dari ibadah puasa Ramadaan.

Pertama, fi’il atau disebut kata kerja yaitu kata yang berkaitan dengan perbuatan atau pekerjaan. Fi’il merujuk kepada suatu tugas, pekerjaan atau tanggung jawab yang harus dilakukan.

Manusia fi’il berarti manusia yang memiliki tugas, tanggung jawab, pekerjaan yang jelas. Kedua, faíil yang berarti pelaku atau yang melakukan suatu pekerjaan. Manusia fa’il adalah orang yang selalu melakukan kegiatan atau pekerjaan tertentu.

Artinya rajin dan terampil menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Ketiga, mubtada. Dalam ilmu nahwu, posisi mubtada sangat sentral. Artinya manusia mubtada harus mampu berperan sentral dan strategis.

Konsekuensinya harus memiliki ide, gagasan yang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Manusia mubtada adalah orang yang memiliki ide gagasan dan kreativitas serta inovasi bagi banyak orang.

Keempat, khabar yang berarti informasi. Manusia khabar adalah manusia yang memiliki banyak informasi sehingga memiliki wawasan luas tentang berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Puasa Ramadan yang dilaksanakan oleh umat Islam yang beriman harus mampu melahirkan profil manusia bahwu dengan empat karakter. Apakah puasa kita benar benar mampu melahirkan kepribadian nahwu? Semuanya bergantung para pelaku puasa itu sendiri. Semoga puasa kita bisa penuh berkah. (H15-14)

— Penulis dosen STAIN Kudus, Sekretaris Majelis Alumni IPNU Jawa Tengah, Ketua Ikatan Alumni PMII Kabupaten Kudus

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com
selengkapnya klik disini

Menolak Ide Khilafah

Oleh: Moh Mahfud MD

"Buktikan bahwa sistem politik dan ketatanegaraan Islam itu tidak ada. Islam itu lengkap dan sempurna, semua diatur di dalamnya, termasuk khilafah sebagai sistem pemerintahan”.

Pernyataan dengan nada agak marah itu diberondongkan kepada saya oleh seorang aktivis ormas Islam asal Blitar saat saya mengisi halaqah di dalam pertemuan Muhammadiyah se-Jawa Timur ketika saya masih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.

Saat itu, teman saya, Prof Zainuri yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, mengundang saya untuk menjadi narasumber dalam forum tersebut dan saya diminta berbicara seputar ”Konstitusi bagi Umat Islam Indonesia”.

Pada saat itu saya mengatakan, umat Islam Indonesia harus menerima sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sistem negara Pancasila yang berbasis pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika, sudah kompatibel dengan realitas keberagaman dari bangsa Indonesia.

Saya mengatakan pula, di dalam sumber primer ajaran Islam, Al Quran dan Sunah Nabi Muhammad SAW, tidak ada ajaran sistem politik, ketatanegaraan, dan pemerintahan yang baku. Di dalam Islam memang ada ajaran hidup bernegara dan istilah khilafah, tetapi sistem dan strukturisasinya tidak diatur di dalam Al Quran dan Sunah, melainkan diserahkan kepada kaum Muslimin sesuai dengan tuntutan tempat dan zaman.

Sistem negara Pancasila

Khilafah sebagai sistem pemerintahan adalah ciptaan manusia yang isinya bisa bermacam-macam dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Di dalam Islam tidak ada sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang baku.

Umat Islam Indonesia boleh mempunyai sistem pemerintahan sesuai dengan kebutuhan dan realitas masyarakat Indonesia sendiri. Para ulama yang ikut mendirikan dan membangun Indonesia menyatakan, negara Pancasila merupakan pilihan final dan tidak bertentangan dengan syariah sehingga harus diterima sebagai mietsaaqon ghaliedzaa atau kesepakatan luhur bangsa.

Penjelasan saya yang seperti itulah yang memicu pernyataan aktivis ormas Islam dari Blitar itu dengan meminta saya untuk bertanggung jawab dan membuktikan bahwa di dalam sumber primer Islam tidak ada sistem politik dan ketatanegaraan. Atas pernyataannya itu, saya mengajukan pernyataan balik. Saya tak perlu membuktikan apa-apa bahwa sistem pemerintahan Islam seperti khilafah itu tidak ada yang baku karena memang tidak ada.

Justru yang harus membuktikan adalah orang yang mengatakan, ada sistem ketatanegaraan atau sistem politik yang baku dalam Islam. ”Kalau Saudara mengatakan bahwa ada sistem baku di dalam Islam, coba sekarang Saudara buktikan, bagaimana sistemnya dan di mana itu adanya,” kata saya.

Ternyata dia tidak bisa menunjuk bagaimana sistem khilafah yang baku itu. Kepadanya saya tegaskan lagi, tidak ada dalam sumber primer Islam sistem yang baku. Semua terserah pada umatnya sesuai dengan keadaan masyarakat dan perkembangan zaman.

Buktinya, di dunia Islam sendiri sistem pemerintahannya berbeda-beda. Ada yang memakai sistem mamlakah (kerajaan), ada yang memakai sistem emirat (keamiran), ada yang memakai sistem sulthaniyyah (kesultanan), ada yang memakai jumhuriyyah (republik), dan sebagainya.

Bahwa di kalangan kaum Muslimin sendiri implementasi sistem pemerintahan itu berbeda-beda sudahlah menjadi bukti nyata bahwa di dalam Islam tidak ada ajaran baku tentang khilafah. Istilah fikihnya, sudah ada ijma’ sukuti (persetujuan tanpa diumumkan) di kalangan para ulama bahwa sistem pemerintahan itu bisa dibuat sendiri-sendiri asal sesuai dengan maksud syar’i (maqaashid al sya’iy).

Kalaulah yang dimaksud sistem khilafah itu adalah sistem kekhalifahan yang banyak tumbuh setelah Nabi wafat, maka itu pun tidak ada sistemnya yang baku.

Di antara empat khalifah rasyidah atau Khulafa’ al-Rasyidin saja sistemnya juga berbeda-beda. Tampilnya Abu Bakar sebagai khalifah memakai cara pemilihan, Umar ibn Khaththab ditunjuk oleh Abu Bakar, Utsman ibn Affan dipilih oleh formatur beranggotakan enam orang yang dibentuk oleh Umar.

Begitu juga Ali ibn Abi Thalib yang keterpilihannya disusul dengan perpecahan yang melahirkan khilafah Bani Umayyah. Setelah Bani Umayyah lahir pula khilafah Bani Abbasiyah, khilafah Turki Utsmany (Ottoman) dan lain-lain yang juga berbeda-beda.

Yang mana sistem khilafah yang baku? Tidak ada, kan? Yang ada hanyalah produk ijtihad yang berbeda-beda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Ini berbeda dengan sistem negara Pancasila yang sudah baku sampai pada pelembagaannya. Ia merupakan produk ijtihad yang dibangun berdasar realitas masyarakat Indonesia yang majemuk, sama dengan ketika Nabi membangun Negara Madinah.

Berbahaya

Para pendukung sistem khilafah sering mengatakan, sistem negara Pancasila telah gagal membangun kesejahteraan dan keadilan. Kalau itu masalahnya, maka dari sejarah khilafah yang panjang dan beragam (sehingga tak jelas yang mana yang benar) itu banyak juga yang gagal dan malah kejam dan sewenang-wenang terhadap warganya sendiri.

Semua sistem khilafah, selain pernah melahirkan penguasa yang bagus, sering pula melahirkan pemerintah yang korup dan sewenang-wenang.Kalaulah dikatakan bahwa di dalam sistem khilafah ada substansi ajaran moral dan etika pemerintahan yang tinggi, maka di dalam sistem Pancasila pun ada nilai-nilai moral dan etika yang luhur. Masalahnya, kan, soal implementasi saja. Yang penting sebenarnya adalah bagaimana kita mengimplementasikannya

Maaf, sejak Konferensi Internasional Hizbut Tahrir tanggal 12 Agustus 2007 di Jakarta yang menyatakan ”demokrasi haram” dan Hizbut Tahrir akan memperjuangkan berdirinya negara khilafah transnasional dari Asia Tenggara sampai Australia, saya mengatakan bahwa gerakan itu berbahaya bagi Indonesia. Kalau ide itu, misalnya, diterus-teruskan, yang terancam perpecahan bukan hanya bangsa Indonesia, melainkan juga di internal umat Islam sendiri.

Mengapa? Kalau ide khilafah diterima, di internal umat Islam sendiri akan muncul banyak alternatif yang tidak jelas karena tidak ada sistemnya yang baku berdasar Al Quran dan Sunah. Situasinya bisa saling klaim kebenaran dari ide khilafah yang berbeda-beda itu. Potensi kaos sangat besar di dalamnya.

Oleh karena itu, bersatu dalam keberagaman di dalam negara Pancasila yang sistemnya sudah jelas dituangkan di dalam konstitusi menjadi suatu keniscayaan bagi bangsa Indonesia. Ini yang harus diperkokoh sebagaimietsaaqon ghaliedzaa (kesepakatan luhur) seluruh bangsa Indonesia. Para ulama dan intelektual Muslim Indonesia sudah lama menyimpulkan demikian.

Moh Mahfud MD
Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN); Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode 2008-2013


Sumber : http://nasional.kompas.com
Selengkapanya klik disini

Thursday, 25 May 2017

Kata Siapa Harta itu Tidak Dibawa Mati? Ternyata Harta Bisa Dibawa Mati, Ini Buktinya


Setetes Hikmah, Menata Hati.

"SAYA TAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA...". (HARTA DIBAWA MATI)

Harta dunia, siapa yang tidak ingin tidak memilki harta di dunia ini, semua orang pasti ingin memiliki harta dunia yang banyak dan berlimpah. Namun, banyak yang bilang buat apa harta banyak karena harta tidak bisa di bawa mati

Kata Siapa Harta itu Tidak Dibawa Mati..? Ternyata Harta Bisa Dibawa Mati..

Sepenggal kisah yang saya ambil dari sebuah grup di facebook  yang dikirim oleh akun facebook Zifah Hasinah pada 25 November 2015.


Berikut kisahnya:

Haji Usman, sebutlah begitu nama beliau.
Mungkin orangtuanya dulu berdo'a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan Radhiyallahu ‘Anhu.

Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.

Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.

“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... Hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan”.

“Wah", sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”
“Lho?”...
“Lha iya. Kalian datang pada orang yg salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya ".
“Lho?”..
“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.

Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.

Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu...

TITIP pada Masjid,

TITIP pada anak yatim,

TITIP pada fakir miskin,

TITIP pada madrasah,

TITIP pada pesantren,

TITIP pada pejuang fii sabilillah.

Alhamdulillah ada yg berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.

Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI.

Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat".
“Lah...!” Kata siapa harta tdk dibawa mati....?
Harta itu dibawa mati....!!! Caranya ? ... Minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin..dll....

Itu artinya kamu tau kan?
 
Kamu harus rajin bersedekah kepada setiap orang, terutama kepada orang yang membutuhkan, fakir miskin, anak yatim dan sebagainya. Karena amal yang tidak bisa terputus meskipun orang sudah mati adalah Sodaqoh Jariyah.

Maka dari itu saya CINTA PADA HARTA SAYA, dan SAYA TIDAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA karena itu salah satu jalan yang akan menolong kelak saya di akhirat.

Sekarang sudah tau bagaimana kunci sukses itu?
Iya, Ji Sekarang Saya sudah tahu
Alhamdulillah kalau begitu anak muda, jawab Haji Usman.

Pesan:
Bekerja yang sungguh-sungguh, mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya boleh, tapi ingat jangan lupa harta adalah titipan Allah, jadi selayaknya kita harus membelanjakannya di jalan Allah... Semoga bermanfaat.

Dalil-dalil Sedekah:
Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 195
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ   
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 215
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya 
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 245
 مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
 Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 261
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 262
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 

 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 263
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. 
 
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 264
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. 
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 265
وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. 
 
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 267
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. 
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 268
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
  Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 271
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. 

 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 272
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan). 
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 273
لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. 

 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 274
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 276
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. 
 Al quran > Surah Al Baqarah> Ayat 280
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. 

 Al quran > Surah An Nisaa'  > Ayat 8
وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا   
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

 Al quran > Surah An Nisaa'  > Ayat 39
وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ آمَنُوا بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللَّهُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًا
Apakah kemudharatannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
 
 Al quran > Surah An Nisaa'  > Ayat 114
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. 

Editor: rumahbelajarcemerlang.blogspot.com

Tuesday, 23 May 2017

Bunda, Ajarkan Buah Hati Berpuasa Lewat 10 Cara Cerdas Ini

Puasa adalah ibadah yang masuk dalam rukun islam. Puasa adalah ibadah yang melibatkan kekuatan fisik, Sejak matahari terbit hingga matahari terbenam harus tahan tanpa minum dan makan. Bagi orang dewasa saja puasa sehari banyak yang merasa berat apalagi untuk anak-anak. Sangat bisa dipahami jika puasa merupakan ibadah istimewa di sisi Allah. Pahala bagi yang melaksanakan ibadah puasa akan diberikan khusus di akherat nanti.

Puasa yang paling ditunggu-tunggu oleh umat islam adalah puasa ramadhan. Bulan ramadhan adalah puasa yang penuh berkah, terlebih lagi jika kita mengajarkannya kepada anak- anak kita untuk berlatih puasa.

Melatih atau Mengajarkan puasa kepada anak merupakan cara yang tepat untuk dilakukan, mengingat Bulan Ramadhan akan tiba sebentar lagi. Mengajarkan anak untuk puasa juga tidak boleh secara paksa, bukannya mengajarkan malah akan membuatnya berbohong.

Nah, disinilah peran orang tua untuk memberikan dorongan dan juga motivasi agar anak tetap bersemangat untuk menjalani puasa. Ada juga tips untuk para orang tua supaya buah hati tetap belajar bagaimana cara dan juga arti puasa yang sesungguhnya.

1. Bangunkan anak dengan pelan dan ajak sahur bersama sama , ini adalah biar anak tahu dan membiasakan diri untuk sahur ketika waktunya.

2. Buatlah menu sahunya yang sesuai dengan selera anak

3. Berilah makanan yang kaya akan lemaknya dan nutrisinya

4. Jadikan suasana sahurnya menyenangkan

5. Kasih anak minuman yang manis manis seperti teh hangat, susu, ini akan membantu menjadi sumber energi karena gula mudah larut

6. Jangan berikan anak penambah nafsu makan

7. Apa bila ketika waktu siang anak lapar dan tidak kuat tuk berpuasa biarkan anak berbuka lalu kasih tau pada anak untuk lajut lagi berpuasa

8. Apa bila anak berbuka puasa tepat sampai waktu yang di tentukan berilah hadiah atau kasih makanan yang disukai anak.

9. Pada waktu berbuka maka hidangkanlah yang manis tetapi jangan dulu di beri minuman yang dingin tetapi yang hangat.

10. Setelah berbuka puasa anak diajak salat bersama jangan sampai berbuka puasa dengan berlebihan karena nanti anak tidak mau apa apa karena kekenyangan.
Nah, itulah cara cerdas yang bisa bunda lakukan untuk mengajarkan buah hati untuk belajar berpuasa. Semoga bermanfaat ya bunda

Sunday, 14 May 2017

Penting, Inilah 4 Langkah Cepat Atasi Virus Ransomware Wanna Cry

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com
Akhir pekan ini masyarakat indonesia terutama bagian teknologi dan informasi sebuah rumah sakit di gegerkan dengan adanya sebuah virus yang merusak data - data pada komputer apabila terinfeksi. Virus ini namanya Virus Ransomware Wanna Cry.

Wabah virus komputer jenis ransomware bernama Wanna Decryptor atau Wanna Cry membuat seluruh rumah sakit mengambil sikap cepat untuk menangkal penyebaran virus ini. Tujuannya agar virus tersebut tak sempat merusak data pasien dan mengganggu pelayanan. Hal ini menyusul serangan virus yang sudah dialami RS Dharmais, Jakarta.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengimbau, rumah sakit melakukan pemutakhiran keamanan SIRS sekaligus melakukan langkah pencegahan agar tidak terinfeksi virus Wannacry.
Ketua Umum PERSI, Kuntjoro Adi Purjanto menjelaskan, ada empat cara yang dapat dilakukan RS untuk menangani virus ini. "Didasarkan informasi dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), ada beberapa langkah yang perlu diambil," tegasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/5).
Tindakan 1 Ransomware bernama Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi server message block (SMB).
Tindakan 2 Jika komputer kena serangan, virus mengunci computer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali. Kemudian muncul pesan meminta tebusan sejumlah uang dalam bentuk Bitcoin.

Tindakan 3
Bagi RS yang menggunakan Windows untuk sistem komputer RS, agar melakukan pencegahan terinfeksi malware wannacry yaitu:

1. Update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoct. Lihat: https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx
2. Jangan mengaktifkan fungsi macros
3. Non aktifkan fungsi SMB v1
4. Block 139/445 & 3389 Ports
5. Selalu backup file file penting di komputer Anda disimpan di tempat lain.

Tindakan 4
Bagi RS yang terinfeksi malware wannacry agar memutuskan sambungan internet dari komputer yang terinfeksi akan menghentikan penyebaran wannacry ke komputer lain yang vulnerable. Secara teknis, keamanan sistem komputer dapat berkonsultasi secara online ke ID-SIRTII email: incident@idsirtii.or.id. (cr1/JPG)


Sumber: http://www.jawapos.com